Undangan & Souvenir

Kesalahan Umum Saat Memesan Undangan Pernikahan dan Cara Menghindarinya

Admin Wedding Hub  •  28 Januari 2026  •  14
Kesalahan Umum Saat Memesan Undangan Pernikahan dan Cara Menghindarinya

Memesan undangan pernikahan terlihat sederhana, namun dalam praktiknya sering menjadi sumber masalah menjelang hari acara. Kesalahan kecil pada undangan bisa berdampak besar, mulai dari tamu salah datang lokasi, jadwal tertukar, hingga harus mencetak ulang dalam waktu singkat. Agar hal ini tidak terjadi, penting bagi calon pengantin memahami kesalahan umum saat memesan undangan pernikahan dan bagaimana cara menghindarinya.

Sebagai vendor undangan pernikahan di Gresik dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, QAIA sering menemui berbagai kasus serupa yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal perencanaan.

1. Terlalu Terburu-buru Memesan Undangan

Banyak pasangan baru mulai memesan undangan ketika tanggal pernikahan sudah sangat dekat. Akibatnya, waktu desain dan produksi menjadi terbatas, sehingga kualitas bisa menurun atau biaya meningkat karena harus dikerjakan secara mendesak.

Cara menghindarinya: Mulailah proses pemesanan undangan minimal dua hingga tiga bulan sebelum hari pernikahan. Vendor berpengalaman seperti QAIA biasanya menyarankan timeline ini agar masih tersedia waktu cukup untuk konsultasi desain, revisi, dan proofing.

2. Tidak Menentukan Konsep Sejak Awal

Datang ke vendor tanpa konsep yang jelas sering membuat proses desain menjadi lebih panjang. Terlalu banyak perubahan arah dapat memperlambat produksi dan berpotensi menambah biaya.

Cara menghindarinya: Tentukan tema pernikahan, warna utama, dan gaya desain sejak awal. Di QAIA, proses konsultasi desain dilakukan untuk membantu pasangan merapikan konsep agar hasil akhir selaras dengan keseluruhan acara.

3. Kurang Teliti Saat Proofing

Kesalahan penulisan nama, gelar, alamat, atau jam acara masih menjadi masalah yang paling sering terjadi. Banyak pasangan baru menyadari kesalahan setelah undangan selesai dicetak.

Cara menghindarinya: Lakukan pengecekan detail secara menyeluruh sebelum produksi massal. Vendor profesional seperti QAIA selalu menyediakan tahap proofing agar pasangan dapat memastikan seluruh informasi sudah benar sebelum dicetak dalam jumlah besar.

4. Salah Menghitung Jumlah Undangan

Kesalahan menghitung jumlah undangan dapat menyebabkan kekurangan cetakan atau kelebihan stok yang tidak terpakai. Kedua kondisi ini sama-sama tidak efisien.

Cara menghindarinya: Hitung jumlah undangan berdasarkan jumlah keluarga atau alamat, bukan jumlah individu. Tambahkan cadangan sekitar 10–15 persen. QAIA biasanya membantu klien menghitung kebutuhan cetak berdasarkan daftar tamu agar jumlah undangan lebih akurat.

5. Mengabaikan Opsi Undangan Digital dan QR Code

Masih banyak pasangan yang hanya mengandalkan undangan cetak, padahal undangan digital dan QR Code dapat mempermudah distribusi informasi kepada tamu.

Cara menghindarinya: Pertimbangkan kombinasi undangan cetak dan undangan digital. QAIA menyediakan integrasi QR Code untuk peta lokasi, konfirmasi kehadiran, dan informasi tambahan sehingga tamu dapat mengakses detail acara dengan lebih mudah.

Kesalahan dalam memesan undangan pernikahan umumnya terjadi karena kurangnya perencanaan dan komunikasi. Dengan menentukan konsep sejak awal, memesan lebih awal, teliti saat proofing, serta bekerja sama dengan vendor berpengalaman seperti QAIA, pasangan dapat meminimalkan risiko kesalahan dan memastikan seluruh undangan siap digunakan tepat waktu. Undangan yang rapi dan informatif tidak hanya memudahkan tamu, tetapi juga membantu keseluruhan acara berjalan lebih terorganisir dan profesional.


Baca Juga Artikel Lainnya

Butuh Bantuan? Chat Kami! 👋
Chat CS