Memesan undangan pernikahan terlihat sederhana, namun dalam
praktiknya sering menjadi sumber masalah menjelang hari acara. Kesalahan kecil
pada undangan bisa berdampak besar, mulai dari tamu salah datang lokasi, jadwal
tertukar, hingga harus mencetak ulang dalam waktu singkat. Agar hal ini tidak terjadi,
penting bagi calon pengantin memahami kesalahan umum saat memesan undangan
pernikahan dan bagaimana cara menghindarinya.
Sebagai vendor undangan pernikahan di Gresik dengan
pengalaman lebih dari sepuluh tahun, QAIA sering menemui berbagai kasus serupa
yang sebenarnya dapat dicegah sejak awal perencanaan.
1. Terlalu Terburu-buru Memesan
Undangan
Banyak
pasangan baru mulai memesan undangan ketika tanggal pernikahan sudah sangat
dekat. Akibatnya, waktu desain dan produksi menjadi terbatas, sehingga kualitas
bisa menurun atau biaya meningkat karena harus dikerjakan secara mendesak.
Cara menghindarinya: Mulailah proses pemesanan undangan minimal dua hingga tiga
bulan sebelum hari pernikahan. Vendor berpengalaman seperti QAIA biasanya
menyarankan timeline ini agar masih tersedia waktu cukup untuk konsultasi
desain, revisi, dan proofing.
2. Tidak
Menentukan Konsep Sejak Awal
Datang
ke vendor tanpa konsep yang jelas sering membuat proses desain menjadi lebih
panjang. Terlalu banyak perubahan arah dapat memperlambat produksi dan
berpotensi menambah biaya.
Cara menghindarinya: Tentukan tema pernikahan, warna utama, dan gaya desain
sejak awal. Di QAIA, proses konsultasi desain dilakukan untuk membantu pasangan
merapikan konsep agar hasil akhir selaras dengan keseluruhan acara.
3. Kurang
Teliti Saat Proofing
Kesalahan
penulisan nama, gelar, alamat, atau jam acara masih menjadi masalah yang paling
sering terjadi. Banyak pasangan baru menyadari kesalahan setelah undangan
selesai dicetak.
Cara menghindarinya: Lakukan pengecekan detail secara menyeluruh sebelum produksi massal. Vendor profesional seperti QAIA selalu menyediakan tahap proofing agar pasangan dapat memastikan seluruh informasi sudah benar sebelum dicetak dalam jumlah besar.
4. Salah
Menghitung Jumlah Undangan
Kesalahan
menghitung jumlah undangan dapat menyebabkan kekurangan cetakan atau kelebihan
stok yang tidak terpakai. Kedua kondisi ini sama-sama tidak efisien.
Cara menghindarinya: Hitung jumlah undangan berdasarkan jumlah keluarga atau
alamat, bukan jumlah individu. Tambahkan cadangan sekitar 10–15 persen. QAIA
biasanya membantu klien menghitung kebutuhan cetak berdasarkan daftar tamu agar
jumlah undangan lebih akurat.
5.
Mengabaikan Opsi Undangan Digital dan QR Code
Masih
banyak pasangan yang hanya mengandalkan undangan cetak, padahal undangan
digital dan QR Code dapat mempermudah distribusi informasi kepada tamu.
Cara menghindarinya: Pertimbangkan kombinasi undangan cetak dan undangan
digital. QAIA menyediakan integrasi QR Code untuk peta lokasi, konfirmasi
kehadiran, dan informasi tambahan sehingga tamu dapat mengakses detail acara
dengan lebih mudah.
Kesalahan dalam memesan undangan pernikahan umumnya terjadi
karena kurangnya perencanaan dan komunikasi. Dengan menentukan konsep sejak
awal, memesan lebih awal, teliti saat proofing, serta bekerja sama dengan
vendor berpengalaman seperti QAIA, pasangan dapat meminimalkan risiko kesalahan
dan memastikan seluruh undangan siap digunakan tepat waktu. Undangan yang rapi
dan informatif tidak hanya memudahkan tamu, tetapi juga membantu keseluruhan
acara berjalan lebih terorganisir dan profesional.